Wednesday, 17 June 2015

Kita Ke(m)Bali Last Part

Hai. Tepat sebulan lebih satu hari tidak menulis lagi untuk melanjutkan cerita yang sampai saat ini belum kelar juga hehe. Sekarang saatnya gw untuk menyelesaikannya. Well, this is our 4th day in Bali. So much stories. Tomorrow is our last day in Bali. Jadi, kita pergi ke tempat-tempat wisata yang tidak berhubungan dengan air yaitu ke Kintamani, Agrowisata (yang isinya tempat pembuatan kopi luwak dan semacamnya), dan berbelanja di Krisna.

Untuk sampai di Kintamani dibutuhkan waktu dua jam lebih. Perjalanannya juga berkelok-kelok. Setibanya disana kita semua shock dong, karena ternyata ada biaya masuknya. Tiap orang dikenakan 15ribu kurang lebih, padahal kita masih di jalanan biasa. Kintamani pun bukan tempat wisata yang tertutup. Tapi yasudahlah mau bagaimana lagi kita harus bayar. Kekesalan kami semakin bertambah dengan tidak bolehnya kita berfoto-foto secara bebas disana. Oh ya, disana banyak rumah makan yang menawarkan view yang bagus. Mas Agus menurunkan kita di salah satu rumah makan, katanya disana kita bisa foto aja tanpa harus duduk makan disana, awalnya kita sempat kesal dengan mas Agus tapi akhirnya kita tetap masuk untuk berfoto, namun hanya sebentar. Kita keluar dan mencoba mencari pemandangan yang bagus untuk difoto. Saat kita menemukan lokasi yang pas yaitu di parkiran salah satu rumah makan, kita diusir katanya "Kalau mau foto-foto bayar". Hmmm.. brengsek banget orangnya. Gw dan Ricky hampir saja lapor ke polisi karena ini kan tempat wisata masa iya kita gak boleh foto bebas, akhirnya Rendi menahan kita untuk tidak melakukan hal tersebut dengan alasan ''ini wilayah yang sudah mereka beli jadi mereka punya hak untuk itu". Meskipun masih belum terima tapi apa boleh buat. Ada benarnya juga.

Berlanjut ke Agrowisata. Lupa namanya apa tapi yang pasti begitulah nama tempatnya. Isinya tempat pembuatan kopi luwak dan semacamnya. This place is recommended by mas Agus. Dia langsung bilang "Disini kalian bisa nyobain kopi gratis tidak perlu bayar" haha. Sensitif banget seharian itu sama uang. Dan benar saja kita disuguhkan lebih kurang 12 jenis kopi dan teh yang bisa dicoba secara gratis. Kalau mau beli juga bisa tapi mahal. Secangkir 50ribu. WOW. Fyi, hari ini dresscodenya: kotak-kotak. Yihaaa \m/

Next, belanja-belanji. Menghaburkan uang untuk keluarga dan teman-teman di Jakarta, Depok, dan sekitarnya. Rara belanja paling banyak sampai pakai kardus. Secara gituuu, anggota keluarganya banyak haha. Gw karena gak suka belanja jadi gak terlalu banyak menghabiskan waktu di dalam sana. Pie Susu yang tak boleh ketinggalan. Itu wajib dibeli. Kata Fena pie susu Dian yang paling enak. Beda lagi sama rekomendasi dari Rendi. Kalau yang punya Rendi itu sama kayak yang selalu dibeli sama Fida. Rendi pergi sama mas Agus ke tempat pembuatannya langsung tapi sudah tutup. Alhasil keesokannya sebelum ke bandara kita mampir dulu deh untuk beli. Hari ini perjalanannya aja yang jauh tapi hanya ke tiga tempat. Letih, lelah, dan puas. 

Cerita belum berakhir. Hari terakhir kita gak makan diluar lagi, uang udah tiris haha. Akhirnya kita mampir di alfamart beli indomie goreng untuk dimasak bersama di homestay. Niatnya pulang mau langsung masak tapi gas nya habis. Terpaksa minta tolong Fian sama Mega yang kebetulan lagi keluar sama om nya Fian buat beli gas. Saking lamanya, gw sama Fena akhirnya tidak jadi makan malam terakhir bersama dengan Bala Rangers. Kebetulan gw, Fena, Ricky dan Lucy sudah janjian sama kak Dian untuk makan babi bareng hahaha. Ketemuanlah kita di dekat homestay. Ternyata tempat makan babi Candra yang katanya enak itu udah tutup, alhasil kita pesan makanan di tempat yang janjian itu. Lupa nama tempatnya apa yang pasti seperti emperan tapi banyak makanan disitu. Sebelum kita pesan ka Dian akhirnya menawarkan nasi Jinggo tapi tetap isinya babi. Ricky dengan tampang memelasnya langsung bilang 'Iya boleh kak'. Dasar pria itu banyak maunya. Then, kak Dian bersama pacarnya, kak Jos pergi beli nasi Jinggo dan kita menunggu. Taraaa, nasi jinggo datang dan langsung lahap dimakan deh. Setelah makan malam, mulai cerita panjang lebar sampai lupa waktu pulang. Bahkan sampai hujan turun, reda, hujan lagi, reda. Dari bilang 'udah reda' tapi masih aja ceritanya belum selesai. Mulai dari cerita ringan, berat, sampai cerita seram dan semuanya merinding. Pulangnya kak Dian dan kak Jos sampai rela anterin kita pulang sampai depan homestay karena ketakutan setelah mendengar kejadian nyata dari kak Jos. Fena dan kak Lucy mulai pegang tangan gw erat-erat. Gw di tengah dan mereka di samping kanan kiri gw. Ricky di belakang sambil ngobrol dengan kak Dian & kak Jos. Homestay serasa jauh banget hahaha. Sampailah di rumah tapiiiiiiii.... pintunya di kunci kita ga bisa masuk. Katanya kunci ditaruh di atas pintu tapi udah diraba-raba gak ada juga. Manggilin orang-orang dalam rumah juga gak ada yang dengar. Ditelefonin gak ada yang angkat. Bangunin anak cowok malah makin nyebelin, jawabannya ngelantur sana-sini. Kak Dian & kak Jos tetap setia nunggu diluar sampai kita benar-benar bisa masuk. Big thanks banget deh untuk pasangan yang satu ini. Sampai bertemu di lain waktu ya kakak-kakak. Muah muah. Malam terakhir yang amat sangat menyenangkan. Di malam itu gw memutuskan untuk tidur bareng kak Lucy dan Fena. Masih dengan kondisi merinding. Tidur dempet-dempetan padahal tempat tidurnya cuma untuk berdua. Hari terakhir yang seharusnya capek, apalagi pulang sampai rumah jam setengah tiga pagi malah tidak bisa tidur sama sekali. Tapi tetap dipaksakan walaupun tidak maksimal.

********************************************************************************
HARI KEPULANGAAANNNN... SEDIH..
Tibalah hari yang tidak diinginkan. Masih pengen lama-lama di Bali tapi udah gak punya uang lagi haha. Pulang banget nih? Huhuhu. Naik pesawat yang isinya kebanyakan siswa-siswa Bali yang lagi mau berlibur ke Jakarta. Kita dapat tempat yang paling depan tapi mencar-mencar. Sampai di Jakarta kita berpisah. Amat sangat sedih. Tapi terimakasih Bala Rangers untuk kebersamaannya selama tujuh hari di awal bulan Februari kemarin yang baru sempat saya selesaikan ceritanya saat empat bulan kemudian. Kalian luar biasa. Sampai bertemu di liburan selanjutnya di Malang pada tahun 2016 mendatang. I love you.






4 Februari-10 Februari 2015




Thanks for read,
Brntosaurus

No comments:

Post a Comment