Saturday, 14 February 2015

Kita ke(m)Bali Part 1

Tak ada kata yang dapat menggambarkan rasa bahagia itu, karena sesungguhnya hanya bisa dirasakan, dinikmati, dan akhirnya dikenang. Gw yang terlihat berlebihan atau gw yang memang tak bisa melupakan waktu seminggu yang lalu. Liburan kali ini memang dan sangat berbeda dari sebelumnya. Dua tahun yang lalu gw bersama Bala Rangers pergi bertualang ke kota seniman, tahun ini kami pergi bertualang ke pulau Dewata. Rencana telah disusun sejak satu tahun lalu ketika pengambilan kartu hasil studi, kami pun mulai menabung dengan target per bulan seratus ribu. Budget awal kami 1,2jt, namun tiga bulan sebelumnya kami mulai menghitung kembali dan terjadi kenaikan harga. Menabungpun semakin giat, bahkan kami hingga rela mengikuti syuting program televisi di trans7 demi menambah pundi-pundi kami haha. Meskipun pada akhirnya masih tetap minus tapi paling tidak minus itu semakin berkurang. Dari jauh hari kita sudah booking tiket kereta dan pesawat pulang. Kantong mahasiswa jadi belinya tiket pesawat air asia promo. H-1 semua sibuk dengan peralatan perang masing-masing yang akan dibawa. Gw sendiri sibuk berpamitan dengan Radar Depok, hari terakhir gw hanya memberikan brownies Amanda kepada mereka (redaksi dan satpam serta orang-orang warung) sebagai tanda terimakasih. Lucunya salah satu penjual 'warung' ngotot minta foto bareng buat kenangan atau minta gelang atau jam tangan gw saat itu. Rasanya saat itu ingin cepat-cepat pulang kalau saja saat itu redpel nya cepat datang. Alhasil redpel tak kunjung datang hingga jam 8 malam sedangkan perjalananku masih panjang menuju Jakarta. Malamnya sekitar pukul 01.00 wib gw mulai packing. Ya, ini adalah hal yang paling malas gw lakukan menjelang keberangkatan. Hari itu gw cuma tidur sekitar empat jam. Pagi nya harus pergi ke Plaza untuk beli dunkin donut untuk redpel dan kantor lantai 1 RaDep karena mereka juga berperan besar membantu gw saat menjalankan kkl disana. 

Janjian jam setengah 12 siang di stasiun kereta Lenteng Agung. Satu per satu datang, paling lama nunggu fena yang katanya udah di Lenteng Agung tapi ternyata dia gak nyampe-nyampe juga. Tepatlah jam 12 akhirnya dia datang dengan membawa setumpuk kertas asuransi dan booking tiket air asia. Cuuus.. kita langsung naik kereta menuju Manggarai. Tiba di Manggarai kita bertemu Faldi dengan bawaannya yang awmazing haha, topi koboi ala-ala yang dia bawa sampai di plastikin. Lanjut naik kereta ke jatinegara, dari jatinegara lanjut kereta ke ps. senen bersama Rendi juga. Perjalanan pun siap dimulai bersama ke-13 orang lainnya. Di tiket perjalanan akan ditempuh selama 11 jam, namun kenyataannya 13 jam. WAAAHHH.. kebanyakan berhentinya. Tidur sudah berganti-ganti gaya, tidur bangun tidur bangun tapi belum sampai-sampai juga. Akhirnya sekitar pukul 03.00 kita pun sampai di Surabaya, numpang tidur di rumah keluarganya Fena, dan perjalanan dilanjutkan kembali siangnya jam 1 ke Banyuwangi. Puji Tuhan kereta menuju Banyuwangi benar-benar tepat waktu, mungkin karena memang hanya ada satu jalur makanya tidak akan berhenti di tengah perjalanan.

BANYUWANGGIIII... FINALLLYY. Perasaan senang karena sebentar lagi kita akan tiba di Denpasar dalam beberapa jam ke depan. Menyebrang dari ketapang ke gilimanuk naik feri, Rendi yang cuma bisa keringat dingin takut keluar lihat pemandangan laut di malam hari dengan alasan "udah gw disini aja jagain barang'. Tadinya kita mau dijemput di gilimanuk tapi ternyata banyak calo dan preman disana akhirnya driver kita, mas Agus menyuruh kita untuk jalan sampai mesjid Gilimanuk. Katanya sih dekat sekitar 500 m tapi ternyata jauh bangeeett. Tanya orang sana sini katanya dekat, tapi hasilnya sama saja. Waktu udah ketemu mas Agus langsung deh cuss Denpasar. Sekitar jam 3 subuh kita tiba di homestay dan langsung melepas lelah di kasur yang empuk. Kita menyewa homestay untuk lima hari empat malam dengan biaya yang cukup murah. Paginya kita langsung cari sarapan. Syukurnya ada warung nasi desak dekat rumah dan harganya pun terjangkau.
Tujuan pertama kita hari itu ke tanah lot untuk melihat sunset. Nyari tempat sewa motor susahnya minta ampun, ternyata mas Agus juga punya tapi saat itu cuma ada dua atau empat motor dan sisanya kita harus cari lagi, bahkan kita sampai minjam ke pemilik homestay. Selama seharian itu kejadian bala ada aja mulai dari motornya Fian kehabisan bensin, sampai motor Ricky mogok gak mau jalan. Alhasil anak-anak yang lain harus jalan duluan ke rumah Fida untuk makan malam disana. Yang orang Bali aja sampai nyasar mau ke rumahnya sendiri, dibilangnya dekat, taunya sama aja haha.

Hari berikutnya temanya PANTAAAAI. (lanjut besok ya)

Gw hanya ingin berbagi kisah bahagia lewat tulisan, mungkin anda telah bosan membacanya di media sosial manapun tapi inilah gw.



(minus fida, menikmati sunset di hari pertama)
4 Februari-10 Februari 2015



Thanks for read,
Sharona.

No comments:

Post a Comment