Hai hai. Niatnya sehari sesudah postingan pertama ingin melanjutkan ceritanya di keesokan harinya namun baru sempat lagi bercerita di hari ini. Baiklah mari kita lanjutkan!
Setelah hari pertama dihabiskan untuk melihat sunset di Tanah Lot dan jalan malam di Kuta, keesokannya di hari Sabtu kita pergi ke empat tempat sekaligus. Hari itu kita pergi berwisata dengan ELF yang sudah disewa untuk tiga hari, seharusnya sudah keluar dari homestay pukul 09.00 wita namun kebiasaan manusia bala yang selalu bangun ngaret dan terlalu santai jadinya keluar baru jam 10 pagi deh. Seperti biasa sarapan pagi kita standard, makan seirit mungkin haha. Tujuan pertama kita pergi ke Pandawa Beach. Disana niatnya memang hanya ingin melihat pemandangan sambil basahin kaki sedikit, tapi karena dasarnya semuanya anak-anak yang senang dengan air, alhasil dari pinggul ke bawah basah kena air pantai. Main-main di pinggir pantai sambil menunggu ombak datang, byuuurr.. dan semuanya pun kena basah. Sesudah dari Pandawa, rencana awal adalah ingin sepuasnya bermain air di Dreamland, tapi kata Mas Agus lebih bagus di Blue Point. Nah! bener banget emang bagus ada tebing-tebingnya gitu tapi sama sekali kurang recommended untuk bisa berenang leluasa karena tempatnya terlalu kecil dan bau pantainya yang terlalu amis, juga jalan untuk menuju ke pantai nya termasuk sukar. (Sedikit deskripsi) setelah masuk, kita berjalan turun kebawah untuk bisa sampai ke bawah, bermain air. Then, finally we decided to go to Uluwatu. Disana biaya masuknya dua puluh ribu. Buat yang memakai pakaian diatas lutut harus menggunakan kain yang sudah disediakan di depan. Uluwatu salah satu tempat wisata pura-pura yang terdapat kera. Kita tidak sampai ke tempat yang banyak kera nya, dikarenakan terlalu lelah dan harus mengejar waktu ke Garuda Wisnu Kencana (GWK) untuk menonton tari kecak pukul 17.00 wita.
Oh iya, selama disana kita selalu punya dresscode yang disesuaikan dengan tujuan wisata kita. Saat pergi ke Pandawa dresscode COLORFUL. Wow banget kan! Dan saat ke GWK dresscode nya batik. Yiha.. karena batik ini lah semua mata tertuju pada kita haha. Beginilah kita mencintai batik jawa. Jujur aja saat itu ada perasaan malas untuk ganti baju karena udah letih tingkat maksimal, perut mules, agak keringat dingin. Ujung-ujungnya gw tetap ikutan ganti baju dan saat cek di toilet, ternyata si bulan sudah datang hari itu. Untungnya Karina membawa si jepang roti. Saat naik keatas ada sebuah kolam yang isinya koin. Mau tau untuk apa? Yupp.. katanya jika kita melemparkan koin beserta keinginan kita ke dalam kolam maka keinginan kita akan terwujud. Yang lucunya adalah saat Fena lagi mau melempar satu koin dari belakang ada orang yang melemparkan lebih banyak koin. 'Permintaan kita banyak tapi cuma satu' ahaha. Foto bersama di depan patung GWK yang besarnya sungguh benar-benar dan betul-betul besar. Kalau lagi ngumpul gini jadi berasa lagi di wisudaan IISIP, lol. Ketika pengunjung lain datang dengan menggunakan kemeja motif bunga-bunga Bali, kita tetap beda dari yang lain yakni mengenakan batik jawa.
Lompat-lompat seperti orang benar, ketawa-ketiwi sambil ngomong 'jhaaaa'. Selfie sana sini gak kelar-kelar. Kerjaannya Faldi deh. Setiap selfie gayanya sebenarnya itu-itu saja cuma beda tempat dan dresscode. Sesudah puas berfoto ria, lanjut deh kita menonton tari kecak. Kata orang kalau mau nonton kecak yang bagus di Uluwatu, tapi karena kita sekalian mau lihat patung GWK, sekaligus deh nonton tari kecak disana. Tarian ini ternyata butuh tenaga yang cukup ekstra karena setiap gerak selalu diiringi dengan lagu yang dinyanyikan atau dikumandangkan langsung dari para penari. Lucunya kita menertawakan salah satu penari yang berbadan besar namun gerakannya seperti gak niat untuk menari. Ada juga yang menarik di hati sih haha. Mukanya masih muda, imut-imut gimana gitu. Yah namanya juga perempuan kalau lihat yang kayak begini cepetttt. Tari kecak hanya berdurasi setengah jam. Setelah dari GWK, cusss kita tancap gas pulang. Sebelum pulang kita mampir makan malam dulu di dekat homestay.
Saat pulang dari GWK, gw dan Fena memilih untuk duduk di depan. Sumpah, si Agus ngelawak mulu. Ada aja yang dibahas. Bahkan waktu gw mau merem dikit aja, baru senderan, dia udah ngajakin ngomong lagi. Astagaaa. Kursi di depan memang agak mundur ke belakang sehingga kita tidak bisa duduk tegak. Dan mas Agus langsung nyeplos bilang 'Iya biasanya yang duduk disini langsung sendaran malas orangnya'. HAAH!! Langsung gw bangun lagi dan dia lanjutin lagi obrolannya. Mulai dari kehidupan keluarga dia, pekerjaanya, bahkan cintanya yang belum ditemukan sampai sekarang, haha. Selama perjalanan mata gw melek terus dan ketawa mulu. Makan malam kita di Pink Tempong. Harganya standard lah, kantong masih bersahabat. Lihat kan, makan pagi seirit mungkin tapi makan malam agak mewah sedikit saja. Sesampainya dirumah langsung deh bersih-bersih, rapat singkat mengenai tujuan wisata esok hari. Cusss bobo.
Sekian di hari ke-2 di pulau Dewata.
4 Februari-10 Februari 2015
Thanks for read,
Sharo.

No comments:
Post a Comment