Hi..
Hari ini gw akan berbagi cerita tentang liburan yang sudah berlalu sekitar empat bulan. Yeay! Kami Bala Rangers melanjutkan perjalanan dengan berkunjung ke Malang, Jawa Tengah pada 22-29 Februari. Proses yang cukup panjang untuk akhirnya bisa pergi ke sana. Banyak lika-liku, problema dimana-mana. Haha. Bahkan sempat ada yang bilang "ngapain sih ke Malang? kemarin kan kita udah ke Bali, jadi jangan mundur rutenya". Ujung-ujungnya bahagia banget kan kalian. Gw sama Ike sampai sempat-sempatnya loh rapat dalam kelas padahal jam kuliah sedang berjalan. Maaf ya Pak Agus, soalnya kita bosan. Oh iya, perlu diketahui bahwa sebelumnya yang fix berangkat ada 15 orang yang terdiri dari gw, Ike, Karina, Fena, Rendi, Ricky, Dede, Jawir, Lucy, Tiara, Fida, Leo, Faldi, Mega, dan Alfian. Tetapi di tengah perjalanan ada yang mundur. Dimulai dari Dede karena masalah yang tidak dapat disebutkan. Berlanjut lagi ke Tiara karena masalah financial yang tidak bisa dipaksakan, saat itu Tiara juga sedang skripsi sama seperti gw. Dan yang terakhir adalah si Jawir dengan alasan yang amat sangat lebih ke "gak banget". Kata si Jawir sih karena ceweknya gak ngizinin. Yailah please deh. Akhirnya dari 15 turun ke 14,13 dan berhenti di-13. Awalnya juga Fena dan Faldi terancam ga ikut tapi karena ada bantuan dana dari orang lain akhirnya cussss juga. Di H-sekian kita juga ajak Sergie hehe dan puji Tuhan dia bisa. Padahal awalnya (banget) ajak Sergie karena kemungkinan Faldi/Fena gak ikut. Jadi untuk mengganti boncengan motor. Lebih kurangnya begitu hahaha. Tapi ternyata semuanya bisa dan tetap aja ada yang naik motor sendiri dan itu Sergie, lol.
Seperti biasa kita selalu melakukan aksi dana mulai dari taping, jualan baju di Juanda, sampai jualan susu sapi murni dan segar yang kita jual 10ribu/botol. Untuk jualan susu sapi kita benar-benar niat banget, khususnya sih gw haha. Gw sadar diri di tengah-tengah krisis keuangan karena skripsi jadi gak mungkin uang saku untuk nabung liburan. Jualan dari kampus, teman SMA, bahkan hingga ke teman gereja dan sampai diceng-in haha. Jualan susu sapi sih giat tapi skripsi gak maju-maju. Ditambah lagi media gak respon apa-apa stresssssss jadi terbagi dua: minus dana liburan, media juga PHP. Huuuh. Puji Tuhan semuanya masih bisa balance.
Hari keberangkatan semakin dekat. Yang revisi skripsi juga udah pada rampung. Hawa-hawa bahagia juga udah mulai kelihatan. Semua mulai sibuk dengan perlengkapan perang masing-masing. Pantatnya juga udah dipanasin karena ini akan menjadi perjalanan panjang selama lebih kurang 17 jam. Yuhuuuuu.
Harinya pun tiba. Yeaaaah. Yang tinggal di Lenteng dan Depok janjian pergi bareng dari stasiun Lenteng Agung ke Stasiun Senen. Semuanya sudah berkumpul nih di Senen. Akan tetapiiiiiiii Sergie yang katanya sudah dekat tidak menunjukan tanda-tanda kehadiran. Bahkan sampai sudah masuk peron pun dia belum datang. Duh, emang kebiasaan sekali anak ini. Selalu ngareeeetttt. Syukurlah akhirnya dia bisa datang tepat waktu, meskipun di menit-menit menegangkan. Hawa-hawa kebosananpun mulai merajalela di tiga-empat jam pertama. Kita pun mulai menentukan waktu makan malam bersama. Menjelang malam posisi sudah berubah-ubah dan akhirnya semua terlelap. Bersyukur juga trip kali ini bisa tidur nyenyak. Bangun-bangun udah pagi. Udah laperrrr juga haha.
Finally MALANGGGGGGGG \m/
Saat tiba di Malang kita langsung selfie di depan stasiun Malang. Cuuuusss naik motor yang kita sewa untuk beberapa hari ke depan. Pas sekali posisinya di depan stasiun jadi bisa langsung dibawa ke homestay deh. Jarak dari stasiun ke homestay sekitar 10-15 menit. Homestay terletak di Jl. Candi Mendut IV. Terdapat lima kamar kosong dengan dua kamar memakai AC, selebihnya kipas angin. Tapi karena kita cuma ber-13 jadi hanya pakai empat kamar. Oh ya homestay nya tingkat loh, minimalis gitu. Sarapan, bersih-bersih dan langsung jalan deh ke Museum Angkut dengan bermodalkan GPS. Alhasil bukannya makin dekat tapi jauh. Bulan Februari saat itu masih musim hujan jadi kita semua beli jas hujan plastik yang di pinggir jalan. Biarpun hujan-hujanan di tengah jalan, itu tidak mematahkan semangat kita. Setelah senang-senang menikmati liburan di hari pertama, ketika sampai di homestay, keamanan kompleks langsung nyamperin kita dan marah-marah gak jelas kalau isinya gak boleh selain pasutri. Lebih tepatnya menegor sih tapi bahasanya malesin banget. Toh, kita juga kan gak macem-macem di sana, murni cuma buat liburan. Keesokannya pemilik homestay langsung mengurus semuanya dan kitatidak jadi pindah penginapan. Selama liburan di sana, tidur malam lebih cepat. Luar biasa ya jam 10 udah pada kecapekan dan langsung merem. Ya, sekian yang bisa diceritakan di hari pertama. See you on next story!
*****
Thanks for read






No comments:
Post a Comment