Thursday, 12 January 2017

Story of Malang (Part 6)

[Day 6 - February 28, 2016]

HEY!! IT'S SUNDAAAAYYY. Semalam gw, Fena, Lucy, dan Ricky tidur cepat (kecuali Sergie masih keluyuran) karena hari ini kita mau ke gereja bareng tapiiiiii cowok-cowoknya lelet abeesss. Kita ber3 sudah rapih dan siap tapi  cowok-cowok baru bangun dan mandi. OMG! Nyebelin banget ya. Padahal kita udah bela-belain bangun cepat. Gereja jam 8 dan kita berangkat dari rumah juga jam 8 pagi. Prok prok. Ditambah lagi mood Ricky wasyeeem banget pengen digetok. Kita gereja di GPIB Immanuel, sesuai rekomendasi dari gw dan Sergie. It's so old building tapi ber-AC. Kita sudah terlambat dan ketika masuk disambut oleh majelis serta diantar duduk di paling depan hahaha. Haduh, muka mau taruh dimana ini. Oh iya, kita tiba saat khotbah mau dimulai, prok prok. Sergie tiba-tiba menghilang alias tidak duduk bersama kami. Entah dia kemana. Selesai ibadah dia sedang bersama perempuan. Gilsss pantesan dia mau diajak ke Malang hahaha. Gw gak inget siapa nama perempuan itu, intinya kata Sergie itu teman dia. Bener sih teman tapi mesra banget haha.

Selesai ibadah kita menyempatkan diri berfoto di depan gereja dan di dalam gereja. Lanjut deh kita nyarap. Perempuan ini, hmm sebut saja dia Melati mengajak kita ke beberapa rekomendasi. Namun, Malang yang terkenal dengan bakso nya tidak menjadi idaman gw. I really don't like Bakso, jadi gw cuma nyarap jus buah. Seharian ini kita ber5 wisata kuliner. Setelah sarapan, lanjut lagi ke tempat ice cream Bvgil Gelato & friends. Panas-panas gini emang enak syekaliiii makan yang dingin-dingin. Sudah jam 12 siang dan waktunya makan siang. Cussss kita diajak ke tempat makan yang tidak halal. Nah, kalau yang ini gw suka. Namanya Bakso Babiiii. Sebelumnya gw udah pernah makan saat liburan ke Makassar. Enak, gurih, dan bikin ketagihan. Gw gak ingat jelas nama tempatnya apa tapi warung kecil gitu dan selalu ramai pembeli. Banyak chinesse yang datang. Kita ber5 aja sampai nambah. Pas bayar, murah uga. Gak nyangka ternyata di Malang ada juga tempat beginian hehehe.

Langit mendung. Tanda-tanda hujan semakin terlihat jelas. Alhasil kita langsung tancap gas sebelum hujan mengguyur. Namun, tetap saja kita harus menepi sambil menunggu hujan reda.
Hujan berhenti dan kita melanjutkan lagi perjalanan pulang ke homestay, kita berpisah dengan Sergie karena dia harus mengantar perempuan itu kembali ke tempat tinggalnya. Oh iya, hari ini hanya 3 motor yang dipakai karena sisanya sudah dikembalikan kepada penyewanya. Sebelum tiba di rumah, kita sudah minta tolong teman-teman yang lain yang mau beli bekal pulang untuk nitip. Kita dibeliin nasi goreng mafia yang porsinya bisa buat dua orang hehe.

Tiba di homestay langsung packing. Masukin oleh-oleh. Masukin baju laundry. Masukin baju basah pasca rafting yang tak kunjung kering. Good! Setelah semuanya sudah siap, kita pun langsung carter angkot karena sebagian lagi menaiki motor sewa. Okay, it's time to say goodbye to Candi Mendut.

Syukurlah kita tiba di stasiun Malang tidak telat dan sebaliknya, kita masih harus menunggu kedatangan kereta. Oh iya, kita naik kereta sekitar jam 5an sore. Tidak banyak juga penumpang yang naik dari Malang jadi kita masih bisa leha-leha di bangku. Perjalanan 17 jam pun siap dimulai. Sedih sekali harus meninggalkan Malang. Ini adalah liburan terbaik dari sebelumnya. Bahkan saat tiba di Jakarta, Ricky bilang, "Ah gak mau pulang.." padahal di awal planning liburan ke Malang dia yang ogah-ogahan hahaha.

Akhirnya kisah ini selesai juga. Hampir setahun loh nulisnya, haha.

Thanks my BestTeam! Kemanakah kita selanjutnya?

***





Thanks for read,
Sharo

No comments:

Post a Comment