[Day 4 - February 26, 2016]
Wow, sudah di penghunjung tahun, izinkan saya melanjutkan kisah ini. Setelah berdingin-dingin ria selama perjalanan pulang dari Omah Kayu ke homestay, setibanya tanpa ngobrol panjang sana sini kita langsung bersih-bersih dan naik ke kamar masing-masing karena hari esok akan lebih melelahkan.
Dannnn datanglah pagi. Masih sama seperti hari-hari sebelumnya kita bisa bangun jam 6 pagi loh walau hari sebelumnya kita capek banget. Tujuan hari ini sebenarnya BANYAAAKK tapi ketika dipraktekan cuma dapat seadanya haha. Penasaran gak sih kita kemana? gak ya? lagian siapa juga yang baca blog gw. Yaudah tetap gw kasih tahu aja ya. Hari ini kita ke Pantai 3 Warna yang hitzzzzz banget itu. Fyi, ini merupakan pantai konservasi jadi masih sangat terjaga kebersihannya. Pengunjung tidak bisa masuk sembarangan, ada kuota dan ada aturannya. Satu guide Rp 100ribu dan untuk 10 orang, karena kita ber-13 jadi dua guide. Seperti yang telah disampaikan tadi bahwa ini adalah pantai konservasi jadi pengunjung harus mendaftar secara online melalui sms ke nomor yang bisa teman-teman dapatkan di web nya. Silakan cari di paman google ya, jangan manja!
Rencana awal berangkat pukul 07.00 (kalau tak salah) tapi karena ngaret jadilah berangkat jam 8an (prok proook). Perjalanan yang sangat jauh dan jalanan yang terjal maka kita memutuskan menyewa ELF. Kita juga sudah daftar untuk 13 orang dari jauh-jauh hari. Kita tiba disana pukul 12 kurang dan panas super menyengat, tapi sebelumnya kita mampir di warteg untuk beli bekal (gak sempat buat bekal dari rumah hiksss). Porsi warteg yang banyak akhirnya makan berdua dengan Fena. Ternyata teman-teman, masuk ke pantainya cukup jauh. Begini kisahnya.
Dari parkiran mobil, kita disambut dengan sejumlah ojek. Jadi, itu belom benar-benar pintu masuknya. Pintu masuk masih 100 meter ke depan. Akhirnya biar menghemat waktu bonti deh (bonceng tiga hahaha). Lupa deh gw sama siapa yang penting gitu deh kalau diingat-ingat mah kocak sekali. Perasaan dag dig dug karena jalanannya tanah becek kering jadi terbelah-belah (paham lah kalau yang sering menemui jalan bertanah). Sampai di pintu masuk kita registrasi ulang sambil menunjukan bukti sms dari pihak pantai 3 warna. Semuanya didata mulai dari berapa banyak plastik, kertas nasi, rokok, permen, tissue, dan printilannya karena kalau sampai tertinggal di sekitaran pantai akan dikenakan denda. Oh iya, saat pulang juga dicek kembali.
Selesai registrasi, cuuuusss. Ini nih yang seru. Dari pintu masuk sampai di pantai membutuhkan waktu lebih kurang satu jam saja. Jaraknya memang jauh tapi tidak yang jauh banget. Kita harus melewati hamparan tanaman-tanaman ditengah cuaca yang sangat panas. Saat suara gemuruh pantai mulai terdengar gw langsung merasa excited. Daaannn.... benar aja 3 warna. Degradasi warna biru berdasarkan tingkat kedalamannya. Waktu nyampe, kita langsung makan dan karena hari itu Jumat, cowok-cowoknya pun sholat berjamaah di pantai. Wow.
Byarrrrr.. kita pun mulai kecipak kecipuk di pantai kecuali Fida. Nampaknya dia semakin membenci pantai. Bahkan diajak foto rame-rame pun dia gak mau. Baru jalan sedikit langsung sudah dalam loh. Kita pun sewa alat snorkeling (kalau tidak nyaman pakai dari penyewaan lebih baik bawa sendiri karena disini minim kebersihan untuk alat-alatnya alias dari mulut ke mulut) dan rame-rame ke tengah laut. Hal tersulit dari snorkeling adalah membalikan badan ke posisi semula haha. Bawah lautnya masih bagus, kita juga diperingati untuk jangan sampai mengenai terumbunya. Oh iya, ini juga pertama kalinya gw snorkeling. Gak ada yang nanya ya? Oke. Fyi, hari ini tema dresscode nya merah. Kita berenang dengan keadaan matahari masih di atas. Alhasil terbakarlah kulit ini. Mau ngasih tahu aja disini tidak ada toilet yang layak pakai. Toilet ada tapi airnya kecil dan lama kelamaan mati sendiri jadi kalian harus sediain juga air mineral untuk jaga-jaga. Ini sengsara banget apalagi yang mau BAB hehehe.
Setelah puas main-main air, guide kita yang entah lupa namanya mengajak kita mengitari sekitaran wilayah yang ada (keliling ke pantai-pantai lain). Jalannya ada yang cukup ekstrim tapi seru. Kita bisa lihat pemandangan laut dari atas dan untuk turun ke area laut itu menggunakan tali tambang. Namanya pantai Watu Pecah. Lanjut lagi ke pantai lain (lupa namanya). Saat menuju pantai satunya lagi hujan turun deras dan perjalanan sempat tersedat. Tak jadi masalah bila kita terkena hujan namun yang jadi masalah adalah kalau barang-barang elektronik dan baju ganti kita terkena hujan. Syukurlah ada beberapa orang yang membawa payung. Salah satunya Fida. Lucu sekali ketika harus di bawah payung bersama Fida dan Sergie. Secara ya gw paling tinggi dari antara mereka. Sudah gw sampaikan berkali-kali "Sini gw aja yang pegang" (dari awal posisi gw udah di tengah). Eh si Fida ikut-ikutan pegang juga. Gw bilang lagi deh "Da, udah gw aja yang pegang kalau gak nanti pulang-pulang nih gw encok mesti nunduk sama rata kayak kalian" hahaha. Akhirnya Fida 'cukup' mengerti. Hanya cukup loh ya wakakak. Perjalanan semakin seru karena langkah kaki kita semakin berat. Lingkungan yang isinya masih hutan, belum aspal, akhirnya berubah jadi lautan becek. Dari yang masih santai jalannya sampai akhirnya rela membuka alas kaki dan jalan dengan tanah menempel di kaki, huekss. Awalnya geli tapi lama kelamaan dinikmati.
Tibalah di pantai terakhir. Disini kita mulai bersih-bersihin kaki dan alas kaki karena hujan juga sudah reda. Yang lebih lucunya lagi si Fian pake sendal hotel, hmm pintar sekali. Seketika pantai berubah warna menjadi 'cokelat' alias butek karena kita cuci-cuci disitu, lol. Terakhir, Fian karena kebodohannya yang entah bagaimana dia terpeleset dan jatuh di air hahaha. Saat hampir sampai di tempat registrasi rintik-rintik hujan mulai turun kembali. Kita pun melipir ke salah satu tempat peristirahatan yang ada toiletnya. Beberapa anak cowok masuk dan lama keluarnya, kita kira cuma bersih-bersih kaki ternyata mereka mandi hmm. Tibalah kita di tempat registrasi, mulailah melakukan pengecekan barang-barang yang di awal sempat di list. Hujan pun benar-benar turun deras kembali. Ojek-ojek sudah siap membawa kita kembali ke parkiran ELF. Tetap, masih bonceng tiga dengan trek yang semakin esktrim karena tanah basah dan ada genangan air. Dag dig dug serrr. Syukurlah bisa sampai dengan selamat. Para perempuan langsung masuk ke kamar mandi untuk bilas. Yang amat disayangkan adalah lampunya gak ada. Akhirnya kita hanya mengandalkan flash handphone. Gw mandi bareng Karina dan Ijah. Sumpah, rusuh banget haha. Mandinya paling lama sendiri. Kelar mandi langsung balik ke ELF dan cussss go home. Hmm makan dulu sih, tapi gw gak ikutan karena udah gak enak banget badan. Perjalanan besoknya akan lebih melelahkan. Sekian yang bisa diceritakan. Bye!
Byarrrrr.. kita pun mulai kecipak kecipuk di pantai kecuali Fida. Nampaknya dia semakin membenci pantai. Bahkan diajak foto rame-rame pun dia gak mau. Baru jalan sedikit langsung sudah dalam loh. Kita pun sewa alat snorkeling (kalau tidak nyaman pakai dari penyewaan lebih baik bawa sendiri karena disini minim kebersihan untuk alat-alatnya alias dari mulut ke mulut) dan rame-rame ke tengah laut. Hal tersulit dari snorkeling adalah membalikan badan ke posisi semula haha. Bawah lautnya masih bagus, kita juga diperingati untuk jangan sampai mengenai terumbunya. Oh iya, ini juga pertama kalinya gw snorkeling. Gak ada yang nanya ya? Oke. Fyi, hari ini tema dresscode nya merah. Kita berenang dengan keadaan matahari masih di atas. Alhasil terbakarlah kulit ini. Mau ngasih tahu aja disini tidak ada toilet yang layak pakai. Toilet ada tapi airnya kecil dan lama kelamaan mati sendiri jadi kalian harus sediain juga air mineral untuk jaga-jaga. Ini sengsara banget apalagi yang mau BAB hehehe.
Setelah puas main-main air, guide kita yang entah lupa namanya mengajak kita mengitari sekitaran wilayah yang ada (keliling ke pantai-pantai lain). Jalannya ada yang cukup ekstrim tapi seru. Kita bisa lihat pemandangan laut dari atas dan untuk turun ke area laut itu menggunakan tali tambang. Namanya pantai Watu Pecah. Lanjut lagi ke pantai lain (lupa namanya). Saat menuju pantai satunya lagi hujan turun deras dan perjalanan sempat tersedat. Tak jadi masalah bila kita terkena hujan namun yang jadi masalah adalah kalau barang-barang elektronik dan baju ganti kita terkena hujan. Syukurlah ada beberapa orang yang membawa payung. Salah satunya Fida. Lucu sekali ketika harus di bawah payung bersama Fida dan Sergie. Secara ya gw paling tinggi dari antara mereka. Sudah gw sampaikan berkali-kali "Sini gw aja yang pegang" (dari awal posisi gw udah di tengah). Eh si Fida ikut-ikutan pegang juga. Gw bilang lagi deh "Da, udah gw aja yang pegang kalau gak nanti pulang-pulang nih gw encok mesti nunduk sama rata kayak kalian" hahaha. Akhirnya Fida 'cukup' mengerti. Hanya cukup loh ya wakakak. Perjalanan semakin seru karena langkah kaki kita semakin berat. Lingkungan yang isinya masih hutan, belum aspal, akhirnya berubah jadi lautan becek. Dari yang masih santai jalannya sampai akhirnya rela membuka alas kaki dan jalan dengan tanah menempel di kaki, huekss. Awalnya geli tapi lama kelamaan dinikmati.
Tibalah di pantai terakhir. Disini kita mulai bersih-bersihin kaki dan alas kaki karena hujan juga sudah reda. Yang lebih lucunya lagi si Fian pake sendal hotel, hmm pintar sekali. Seketika pantai berubah warna menjadi 'cokelat' alias butek karena kita cuci-cuci disitu, lol. Terakhir, Fian karena kebodohannya yang entah bagaimana dia terpeleset dan jatuh di air hahaha. Saat hampir sampai di tempat registrasi rintik-rintik hujan mulai turun kembali. Kita pun melipir ke salah satu tempat peristirahatan yang ada toiletnya. Beberapa anak cowok masuk dan lama keluarnya, kita kira cuma bersih-bersih kaki ternyata mereka mandi hmm. Tibalah kita di tempat registrasi, mulailah melakukan pengecekan barang-barang yang di awal sempat di list. Hujan pun benar-benar turun deras kembali. Ojek-ojek sudah siap membawa kita kembali ke parkiran ELF. Tetap, masih bonceng tiga dengan trek yang semakin esktrim karena tanah basah dan ada genangan air. Dag dig dug serrr. Syukurlah bisa sampai dengan selamat. Para perempuan langsung masuk ke kamar mandi untuk bilas. Yang amat disayangkan adalah lampunya gak ada. Akhirnya kita hanya mengandalkan flash handphone. Gw mandi bareng Karina dan Ijah. Sumpah, rusuh banget haha. Mandinya paling lama sendiri. Kelar mandi langsung balik ke ELF dan cussss go home. Hmm makan dulu sih, tapi gw gak ikutan karena udah gak enak banget badan. Perjalanan besoknya akan lebih melelahkan. Sekian yang bisa diceritakan. Bye!
***
Fian bodoh tapi baik hati mau bersihin sendal-sendal Bala
Thanks for read
Sharo










No comments:
Post a Comment