Wednesday, 18 October 2017

Pulang Kampung (3)

Hello readers! Happy to greet you again..
It's already D-60 of Christmas and as usual I always feelin' excited. Are you?

Today, I want to continued my story. So, here it is.....

Setelah berkunjung ke negeri tercinta, asal muasal keluarga Sahertian, maka minggu depan adalah minggu menyenangkan karena kak Sera bersama teman-teman kantornya datang ke Ambon untuk berlibur bersama di Ambon dan Pulau Seram. Banyak cerita menarik yang ingin dibagikan. Jadi, ceritanya di rumah gak ada yang tahu kalau kak Sera akan datang dan yang tahu cuma Ana dan Carol (kayaknya) tapi di H-2 telah terjadi kebocoran yang menyebabkan kak Christie jadi tahu. Alhasil, gw bilang ke kak Christie supaya di keep aja.

Tibalah hari kedatangan kak Sera dan ke-9 teman kantornya tepat di hari Rabu, 4 Mei 2016. Ketika mereka datang gw belum siap-siap, belum mandi, dan baru mau kebor alias boker. Saat itu berbarengan dengan berangkatnya Ana ke Malang bersama teman kantor. Jadi, di rumah cuma ada kak Christie, Carol, dan Oma. Kak Christie langsung menyiapkan sarapan kepada teman-teman kak Sera. Roti dan teh manis panas dan gw langsung mandi bebek. Kita semua berangkat ke Pelabuhan Tulehu naik mobil Arnold (sepupu). Perjalanan hanya memakan waktu sekitar 45 menit. This is not Jakarta, so you don't have to worried 'bout the traffic hehe.

.. dan perjalanan menuju pulau Seram pun dimulai, yuuuhhhu. Berhubung gw tidak ingin mengulang hal yang sama dengan perjalanan pertama ke Porto yakni duduk di bagian atas jadi gw memilih untuk duduk di bawah meskipun kak Sera sempat bilang yang di atas ini beda karena kita sambil liat ke laut. But, no thanks. Kita pergi dengan naik kapal cepat tujuan pelabuhan Masohi dan hanya memakan waktu lebih kurang dua jam. Sepanjang perjalanan gw memilih untuk tidur.

Ketika tiba di Masohi kita menyempatkan untuk foto bersama dengan GoPro yang disewa hahaha. Di sini cowoknya ada 4 dan sisanya perempuan semua. Katanya sih mereka pengen ke Ora setelah melihat foto tahun sebelumnya waktu kak Sera pergi ke sana bersama sepupu-sepupu. Dari pelabuhan kita lanjut Desa Saleman, Maluku Tengah menggunakan mobil. Ini adalah perjalanan yang paling tidak enak. Kenapa? karena jalanannya gak banget alias ada yang rusak dan berkelok-kelok. Bahkan selama perjalanan gw pusing dan mual. Dibawa tidurpun tetap aja berasa. Saat tiba waktu sudah menunjukan pukul 11.00 WIT dan kita memutuskan untuk membeli bahan bakar untuk tubuh yaitu nasi padang yang letaknya tak jauh dari pelabuhan. Perjalanan menuju Desa Saleman kira-kira memakan waktu sekitar 2,5-3 jam. Drivernya sudah jago-jago melewati medan yang sulit jadi tidak terlalu lama perjalanan.

Sebelum tiba di desa Saleman kita diberi kesempatan 15 menit untuk melihat Ora Beach dari atas dan berfoto. Wow, keren! Warna lautnya biru segar membuat kita makin semangat untuk liburan di Ora Beach. Lanjuuuuut lagi. Tiba di desa Saleman yang super panas. Disarankan kalian membawa sunblock dan memakainya sebelum turun dari mobil. Panasnya sungguh menyengat di kaki dan tangan. Hmm seperti digigit semut. Dari Desa Saleman kita melanjutkan perjalanan ke penginapan menggunakan perahu kecil. Satu kapal bisa memuat sampai 10 orang jadi kita tidak terpisah deh hehe. Cuma butuh 10 menit untuk tiba di penginapan. Oh iya, kalau biasanya kalian sering lihat foto Ora Beach Resort yang rumahnya terbuat dari bambu dan berjejer banyak itu di google atau semacamnya, nah sayangnya kita tidak menginap di sana karena harganya lebih mahal dan di sana memakai AC. Kita menginapnya di Kakatua Resort. Harga lebih bersahabat dan tetap bisa menikmati liburan dengan senang. Kita pun menyewa dua kamar laut dan satu kamar darat untuk teman kak Sera yang baru menikah yaitu kak Angga dan kak Novi. Ya, katanya sih mereka mau honeymoon.



Itu dulu kisahnya. Besok dilanjutkan lagi. See you tomorrow!

No comments:

Post a Comment